Jawaban Tuliskan histori Mazhab dalam fiqih dan Mazhab Ushul Fiqih! ​

Hiii jumpa lagi kawan-kawan di Info Kita Semua, pusat soal untuk siswa Indonesia.

Pada artikel kali ini kita ingin membantumu yang sedang mencari jawaban [buat|atas} pertanyaan: Tuliskan histori Mazhab dalam fiqih dan Mazhab Ushul Fiqih! ​, yuk kita sama-sama simak pembahasannya.

Pertanyaan

Tuliskan histori Mazhab dalam fiqih dan Mazhab Ushul Fiqih! ​

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Tuliskan histori Mazhab dalam fiqih dan Mazhab Ushul Fiqih! ​

Jawaban:

PENDAHULUAN

Belakangan ini penelitian tentang sejarah fiqih Islam mulai dirasakan penting. Paling tidak, karena pertumbuhan dan perkembangan fiqih menunjukkan pada suatu dinamika pemikiran keagamaan itu sendiri. Hal tersebut merupakan persoalan yang tidak pernah usai di manapun dan kapanpun, terutama dalam masyarakat-masyarakat agama yang sedang mengalami modernisasi. Perkembangan fiqih secara sungguh-sungguh telah melahirkan pemikiran Islam bagi karakterisitik perkembangan Islam itu sendiri.[1]

Kehadiran fiqih ternyata mengiringi pasang-surut Islam, dan bahkan secara amat dominan abad pertengahan mewarnai dan memberi corak bagi perkembangan Islam dari masa ke masa. Karena itulah, kajian-kajian mendalam tentang masalah kesejahteraan fiqih tidak semata-mata bernilai historis, tetapi dengan sendirinya menawarkan kemungkinan baru bagi perkembangan Islam berikutnya.[2]

 Pada makalah ini, akan dijelaskan tentang pengertian mazhab, latar belakang dan sejarah awal kemunculan mazhab-mazhab dalam fiqih, dikhususkan pada empat mazhab yaitu Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali serta beberapa hal lain yang berhubungan dengan keempat mazhab tersebut. dan penjelasan madzhab lain selain madzhab empat tersebut, serta contoh kasus-kasus masalah fikih pada madzhab madzhab tersebut.

 

PEMBAHASAN

1.Pengertian Madzhab

Menurut bahasa Arab, “madzhab”  (مذهب)berasal dari shighah masdar mimy (kata sifat) dan isim makan (kata yang menunjukkan keterangan tempat) dari akar kata fiil madhy  “dzahaba” (ذهب) yang bermakna pergi.[3] Jadi, mazhab itu secara bahasa artinya, “tempat pergi”, yaitu jalan (ath-thariq).[4] Sedangkan menurut istilah ada beberapa rumusan:

Menurut M. Husain Abdullah, madzhab adalah kumpulan pendapat mujtahid yang berupa hukum-hukum Islam, yang digali dari dalil-dalil syariat yang rinci serta berbagai kaidah (qawa’id) dan landasan (ushul) yang mendasari pendapat tersebut, yang saling terkait satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.[5]

Menurut A. Hasan, mazhab adalah mengikuti hasil ijtihad seorang imam tentang hukum suatu masalah atau tentang hukum suatu masalah atau tentang kaidah-kaidah istinbathnya.[6]

           Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan mazhab adalah pokok pikiran atau dasar yang digunakan oleh Imam mujtahid dalam memecahkan masalah; atau mengistinbathkan hukum Islam. Disini bisa disimpulkan pula bahwa mazhab mencakup;(1) sekumpulan hukum-hukum Islam yang digali seorang imam mujtahid; (2) ushul fiqh yang menjadi jalan (thariq) yang ditempuh mujtahid itu untuk menggali hukum-hukum Islam dari dalil-dalilnya yang rinci.

          Dengan demikian, kendatipun mazhab itu manifestasinya berupa hukum-hukum syariat (fiqh), yang ditempuh mujtahid itu untuk menggali hukum-hukum Islam dari dalil-dalilnya yang rinci harus dipahami bahwa mazhab itu sesungguhnya juga mencakup ushul fiqh yang menjadi metode penggalian (thariqah al-istinbath) untuk melahirkan hukum-hukum tersebut. Artinya, jika kita mengatakan mazhab Syafi’i, itu artinya adalah, fiqh dan ushul fiqh menurut Imam Syafi’i.[7]

 

Jadi gimana? Apa tulisan di atas sudah membantumu?

Atau kamu malah memiliki pendapat yang berbeda?

By bye…