Jawaban Jelaskan korelasi antara sifat ikhlas dengan ibadah puasa ! Berikan dalilnya dari Al-Qur’an atau Had…

Hiii jumpa lagi teman-teman di Info Kita Semua, pusat soal untuk siswa Indonesia.

Pada kesempatan kali ini kita mau membantumu yang lagi mencari jawaban [buat|atas} pertanyaan: Jelaskan korelasi antara sifat ikhlas dengan ibadah puasa ! Berikan dalilnya dari Al-Qur’an atau Had…, yuk kita sama-sama simak pembahasannya.

Pertanyaan

Jelaskan korelasi antara sifat ikhlas dengan ibadah puasa ! Berikan dalilnya dari Al-Qur’an atau Hadits !

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Jelaskan korelasi antara sifat ikhlas dengan ibadah puasa ! Berikan dalilnya dari Al-Qur’an atau Hadits !

jawaban:Dalam bulan Ramadan, banyak sifat manusia yang bisa diasah kemampuannya. Salah satunya melatih sifat keikhlasan dalam berbuat, yang dilaksanakan seseorang bukan karena tanggung jawab kepada orang lain, atasan, pimpinan, atau jabatan. Melainkan karena Allah SWT semata.

Bisa saja orang berbohong di kala berpuasa, seperti dia berpuasa di rumah, namun saat di luar rumah dia makan dan kembali berpuasa saat pulang. Namun ketika Ramadan seseorang akan lebih terasah rasa ikhlasnya, kesadarannya bahwa puasa mereka lakukan hanya untuk Allah SWT semata. Dalam sebuah Hadis Qudsi dituliskan, “setiap amal perbuatan untuk manusia kecuali berpuasa hanya untuk-Ku”. Hal ini karena pada hakekatnya puasa menjadi hubungan hanya antara individu dan Allah SWT.” Sesunguhnya, lanjut Didin, setiap manusia itu rusak kecuali mereka yang punya ilmu. Adapun Oran yang memiliki ilmu juga akan rusak bila mereka tidak mengamalkan ilmunya. Selanjutnya, orang yang mengamalkan ilmunya pun akan rusak kecuali dia ikhlas dalam melakukannya. Bahkan orang yang ikhlas pun terkadang juga akan terganggu karena rasa ingin mendapat balas budi. “Pada ikhlas terdapat dua jenis, mukhlis ada mukhlas. Mukhlis merupakan orang yang sadar bahwa dia berbuat baik dan ikhlas. Ikhlas pada mukhlis ini kadang kala masih bisa bocor. Sementara mukhlas adalah orang yang berbuat segalanya hanya karena dan kepada Allah SWT. Illa ibadallah mukhlisin dan Illa ibadallah mukhlasin,” ujarnya.

Jadi gimana? Apa tulisan tadi cukup membantumu?

Atau kamu malah memiliki pendapat yang lebih baik?

Sampai jumpa lagi…