Jawaban Bagaimana cara mengetahui produk ilmu fiqih dan Ushul fiqih​

Holaaa jumpa lagi dengan kalian di Info Kita Semua, portal soal untuk siswa Indonesia.

Pada tulisan kali ini kita ingin membantumu yang lagi mencari jawaban [buat|atas} pertanyaan: Bagaimana cara mengetahui produk ilmu fiqih dan Ushul fiqih​, yuk kita sama-sama simak pembahasannya.

Pertanyaan

Bagaimana cara mengetahui produk ilmu fiqih dan Ushul fiqih​

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Bagaimana cara mengetahui produk ilmu fiqih dan Ushul fiqih​

Jawaban:

 

Terdapat tiga rumpun ilmu dalam kajian hukum Islam yang saling berkait kelindan satu sama lain, yakni ushul fikih, fikih, dan kaidah fikih. Umat Islam pada umumnya lebih akrab dengan fikih dari dua rumpun ilmu yang lain. Alasan sederhananya karena fikih bersinggungan dalam keseharian perilaku kaum muslimin. Definisi yang mudah dipahami oleh semua kalangan bahwa fikih adalah pengetahuan tentang hukum Islam. Seluruh gerak gerik dan tindak tanduk orang mukallafterpantau dan disorot oleh fikih. Dengan demikian, fikih merupakan panduan praktis tentang tata cara dan perilaku sehari-hari seorang muslim dalam interaksi vertikal (berhubungan dengan Tuhan) yang dikenal dengan ibadah, atau interaksi horizontal (berhubungan dengan sesama muslim, alam, dan lingkungan) yang disebut dengan muamalah dalam arti yang luas.

Secara istilah fikih adalah pengetahuan tentang hukum-hukum syar’i yang bersifat praktis yang diperoleh melalui proses istinbat (menggali dan menelaah) dari dalil-dalil syar’i. Ungkapan yang sangat populer dalam pembahasan fikih, nahnu nahkumu biddhawahir (kita memutuskan dan menghukum secara luar saja, apa yang tampak). Sehingga, fokus sorotan fikih atau objek kajiannya adalah perbuatan orang mukallaf. Oleh karena itu, yang dihukum oleh fikih harus perbuatan, bukan masalah keyakinan yang menjadi garapan tauhid, atau soal rasa ( dzauq ) yang digarap oleh ilmu tasawuf.

Sedangkan ushul fikih secara sederhana adalah cara atau metode yang dijadikan perantara untuk memproduksi sebuah hukum. Pengetahun tentang metode dan tata cara memproduksi hukum syar’i melalui dalilnya yang disebut dengan ushul fikih. Misalnya, membasuh muka dalam wudlu’ merupakan kewajiban dan salah satu unsur yang harus ada (rukun). Bagaimana dan cara menghasilkan hukum wajib membasuh muka dalam wudlu’ itulah garapan ushul fikih. Proses apa yang harus dilakukan oleh seorang mujtahid melalui sumber-sumber hukum atau dalil-dalil syar’i sehingga menghasilkan hukum wajib.

Sementara rumpun ilmu yang terakhir adalah kaidah fikih. Secara bahasa aturan berarti rumusan yang menjadi patokan dan asas. Kaidah fikih didefinisikan sebagai ketentuan umum (dominan) yang dapat diterapkan terhadap kasus-kasus yang menjadi cakupannya agar kasus tersebut dapat diketahui status hukumnya. Kaidah fikih menghimpun masalah-persoalan fikih dalam satu naungan berupa rumus dan ketentuan umum. Contoh kaidah fikih yang berbunyi: keyakinan tidak bisa diabaikan oleh keraguan. Kaidah ini mencakup setiap masalah hukum yang terkait dengan keyakinan. keyakinan seseorang tentang suatu perbuatan tertentu tidak dapat ditemukan dengan munculnya keraguan Bahwa.

Ketiga disiplin ilmu di atas dipertemukan dan bersinggungan dalam satu istilah hukum syar’i. Secara sederhana perbedaan antara tiga rumpun ilmu tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Ushul fikih adalah rumah produksi atau pabrik, sementara fikih merupakan produk, pengendalian fikih adalah pengikat yang menghubungkan produk-produk yang bertebaran dan memiliki kesamaan dalam jenis. Pendek kata, fikih adalah hasil atau produk, ushul fikih adalah cara (proses) bagaimana memproduksi, sedangkan kaidah fikih adalah media untuk menata dan mengkaitkan sekaligus merawat produk yang dihasilkan. Andaikan fikih adalah roti, maka ushul fikih adalah cara membuat roti, sementara prinsip fikih mengelompokkan jenis-jenis produk roti.  

Perbedaan secara lebih detail antara ushul fikih dan kaidah fikih antara lain sebagai berikut:

Ushul fikih berisi kaidah-kaidah yang dijadikan sarana untuk menggali hukum syar’i dari sumber hukum Al-Qur’an dan Hadis, sedangkan aturan fikih bekerja sebagai pengikat dan penghubung antara kasus-kasus fikih yang serupa.

Secara hierarkis urutan kemunculannya adalah ushul fikih sebelum fikih, munculnya kaidah fikih setelah fikih.

Objek kajian ushul fikih adalah dalil-dalil syar’i, sedangkan kaidah fikih sama dengan fikih, yakni perbuatan orang mukallaf.

Ushul fikih menggunakan pola pendekatan deduktif, sementara penerapan fikih muncul melalui pendekatan induktif.

Judul tulisan ini sengaja disusun berdasarkan urutan hierarki penggunaannya. Ushul fikih sebagai rumah produksi, fikih sebagai hasil produk, lalu aturan fikih yang mengelompokkan jenis-jenis produk. Semoga dapat memberikan titik terang ‘jenis kelamin’ tiga rumpun ilmu di atas. [] Wallahu ‘alam bisshawab.

Bagaimana? Apa artikel tadi sudah membantumu?

Atau kamu mungkin memiliki jawaban yang lebih baik?

Sampai jumpa lagi…